Sabtu, 30 Mei 2015

Mengenal Kelas Kamera DSLR CANON

Pembagian Kelas dan Ciri Khas dari Kamera DSLR Canon

Industri DSLR Canon dimulai sejak tahun 2000. Pengalaman yang cukup panjang inilah yang membuat Canon memiliki cukup banyak penggemar fanatik dan membuat Canon terus berupaya mempersembahkan kamera terbaiknya.

Dalam debut pertama DSLR-nya, ada Canon seri D30 yang merupakan produk DSLR yang pertama diluncurkan Canon. Teknologi yang diusung oleh D30 masih belum hebat memang. Meski demikian, tak lama setelahnya, Canon mampu segera menyusul dengan teknologi DSLR fullframe pertama Canon yang dimunculkan pada tahun 2002.

Perkembangan teknologi dari Canon memang terbilang cukup cepat. Kemampuan Canon dalam berinovasi di teknologi kamera ini pula lah yang membuat Canon pun mulai memiliki penggemar fanatik yang banyak seperti Nikon. Bahkan pada tahun 2010, Canon mampu menguasai pasar DSLR hingga 41%. Mengalahkan Nikon yang menguasai pasar sejumlah 35% saja.

Kamera keluaran Canon bisa dikenali dari nama serinya. Jika Nikon menempatan inisial “d” yang diartikan sebagai digital di bagian depan angka seri, maka sebaliknya, Canon menempatkannya di belakang. Body kamera DLSR Canon juga sering dikenal sebagai EOS.

Untuk membedakan kelas body kamera pada Canon, dapat dilakukan secara sederhana, yakni dengan melihat berapa jumlah digit pada nama serinya. Secara umum, semakin banyak jumlah digit, artinya kamera tersebut ditujukan untuk kelas yang semakin rendah.

Sedangkan semakin sedikit jumlah digit, menandakan semakin tinggi kualitas kamera. Misalnya saja untuk Canon EOS 1100D atau digit 4 merupakan kamera dengan kelas lebih rendah dibanding Canon EOS 650D yang memiliki digit 3. Begitupun dengan Canon EOS 650D tidak lebih tinggi kualitasnya ketimbang Canon EOS 70D yang hanya memiliki digit 3. Sedangkan teknologi yang lebih mutakhir bisa ditemui di Canon EOS 6D yang hanya dilabeli dengan nama seri satu digit, yakni angka ‘6’. 

Lantas, bagaimana membedakan atau mengetahui ciri – ciri dari masing – masing segmen pasar kamera DSLR Canon dari low end hingga high end? Berikut penjelasannya.

1. Mengenal Kamera Canon DSLR Low end

1100D; 700D; 600D; 550D; 500D; 450D; 400; 350D; 300D
Pada kelas low end, Canon menawarkan produk khusus untuk para pemula. Produk ini dinilai muncul tanpa kompetitor dari pabrikan lain. Segmen kelas pemula yang ditawarkan adalah Canon EOS 1000D. Produk ini diklaim paling murah dalam kelas DSLR. Respon pasar terhadap segmen ini pun sangat bagus. Canon pun mempertahankan produksi produk ini hingga tiga tahun berikutnya baru digantikan dengan Canon 1100D. Kedua varian ini memiliki spesifikasi yang masih serupa. Respon pasar terhadap segmen DSLR 1100 D ini pun terbilang besar.

Pasar DSLR pemula tampaknya memiliki minat besar terhadap produk DSLR berharga murah. Karenanya, Canon memilih tetap mempertahankan 1100D ini hingga sekarang. Pada segmen khusus ini, Canon memang tidak memberikan tawaran lain. Namun keunggulan dari segi harga menjadikan produk ini tetap mendapat minat besar. Terlebih pabrikan lain hingga sekarang masih belum mampu menawarkan produk dengan segmen setingkat 1100D kepada konsumen. Tidak seperti Nikon yang tidak membekali body kamera untuk segmen pemula dengan built in motor fokus, Canon bahkan telah memfasilitasi 1100D dengan fitur ini.

Inovasi dan kemampuan Canon dalam membaca pasar menjadi keunggulan tersendiri. Alasan Canon dalam mempertahankan teknologi pada kelas pemula adalah untuk menjaga harga. Meski tak ada pilihan varian, harga rendah tetap menjadi keunggulan tersendiri. Bahkan Canon pernah dinilai merusak pasar DSLR karena mengeluarkan produk dengan harga terlampau rendah.

Canon juga menawarkan kamera low end dengan fasilitas yang sedikit lebih tinggi dari seri 1100D. Segmen ini ditujukan untuk menjembatani dari kelas pemula ke kelas penghobi. Kali ini, varian yang ditawarkan sedikit lebih banyak. Mulai dari Canon EOS 600D hingga 300D. Lagi-lagi, Canon berinovasi dengan meluncurkan DSLR terkecil dan teringan di dunia, yakni Canon EOS 100D.

Canon EOS 100d memiliki ukuran body yang 30 % lebih kecil dibanding 650D. Menariknya lagi, Canon juga telah membekali body kamera low end dengan built in motor focus. Bahkan termasuk Canon yang berukuran mini pun bodynya juga telah dibekali dengan motor focus. Hal ini lah yang menjadi keunggulan dari Canon. Meski dari kualitas bahan yang digunakan Body kamera dapat dibilang kalah dari Nikon, fasilitas teknologi yang dibawa relatif lebih lengkap.

Inovasi Canon dalam DSLR pada segmen satu ini terbilang cepat. Dalam 7 tahun saja, Canon telah mengupgrade teknologinya hingga 7kali. Dengan kata lain, setiap tahunnya Canon melakukan upgrading teknologi. Canon memanjakan penggunanya pada tampilan LCD. LCD yang ditawarkan telah dapat diputar sehingga lebih fleksibel untuk digunakan. Bahkan mulai seri 650D dan 700D, sudah memberikan fasilitas layar sentuh. Layar sentuh dapat Anda manfaatkan untuk menentukan titik fokus saat memotret maupun merekam.

Namun, upgrading teknologi yang dilakukan Canon terkadang membuat konsumen kesulitan mendapatkan produk yang diinginkan. Belum sempat membeli produk yang digemari, bisa saja Canon sudah tidak mengeluarkannya dan menggantikannya dengan produk lain.

2. Mengenal Kamera Canon DSLR Middle end

70D; 60Da; 50D; 40D; 30D; 20Da; D60; D30
6D; 7D



Canon menawarkan layar lipat sebagai unggulan pada segmen ini. Selain itu, inovasi Canon kali ini dapat dilihat dari fitur astrography pada seri tertentu yang dicirikan dengan inisial ‘a’. Canon pun juga menawarkan 2 LCD beserta dengan quick dial button atau tombol putar yang menjadi ciri khas Canon.

Pada kelas middle end yang lebih tinggi, Canon juga menawarkan fitur fullframe dengan sensor APS-C seperti pada Nikon. Hanya sayangnya, Canon justru tidak memberikan built in flash pada body kameranya. Jika Anda berniat menggunakannya, Anda harus siap dengan flash eksternal.

3. Mengenal Kamera Canon DSLR High end

5D Mark III; 5D Mark II;
Fullframe =1DX Mark III; 1DS Mark II; 1DS
APS-H = 1D Mark IV; 1D Mark III; 1D Mark II N; 1D Mark II; 1D


Canon menawarkan fitur dan kenyamanan yang sangat tinggi pada semen pasar high end. Canon 5D Mark III dikeluarkan sebagai saingan Nikon D800E untuk kelas semi professional. Karena Nikon dikenal dengan titik fokusnya yang banyak, maka kali ini Canon menawarkan titik fokus hingga 61 titik fokus. Sayangnya, pada seri high end, Canon pun tidak menawarkan adanya built in flash. Jika dibandingkan dengan Nikon D800E yang beresolusi hingga 36MP, maka Canon masih kalah lantaran hanya dibekali resolusi 22,3MP.


Sedangkan pada kelas high end yang ditujukan untuk para professional kelas atas, Canon menawarkan 2 varian sensor. Sensor fullframe dan sensor APS-H. Sensor APS-H ini adalah spesialisasi Canon yang tidak dimiliki oleh Nikon. Jenis sensor fullframe memiliki kemampuan crop sensor menyamai negatif film pada era pra digital fotografi. Pada sensor APS-C, kemampuan crop sensor Nikon 1,5 kali dan pada Canon 1,6 x. Sedangkan pada sensor APS-H, crop sensor berkemampuang hingga 1.29 kali.

Inovasi Canon kali ini ditunjukkan dengan dikeluarkannya seri 1DX yang spesial ditujukan untuk cinematografi. Karena sasarannya cinematografi, tentu 1DX tidak hanya mampu menghasilkan foto yang berkualitas tinggi, tetapi juga mampu digunakan unutk memproduksi film yang berkualitas tinggi pula.

Hal-hal yang perlu diingat tentang kamera Canon:

  1. Canon menawarkan 3 jenis sensor format pada DSLRnya, yakni APS-C, APS-H dan fullframe.
  2. Lensa EF dan EF-S pada Canon dapat digunakan di body kamera bersensor APS-C, sedangkan kamera fullframe serta APS-H hanya bisa menggunakan lensa berteknologi EF (fullframe).
  3. Canon membekali seluruh body kamera DSLRnya dengan built in motor fokus, dari kelas low end hingga high end.
  4. Titik fokus yang disediakan Canon umumnya jauh lebih sedikit dibanding Nikon, kecuali pada Canon EOS 5D Mark III dan 1DX
  5. Body kamera pada Canon kelas middle end 650D, 700D dan 70D telah difasilitasi dengan fitur layar sentuh.
  6. Harga lensa dan kamera Canon relatif lebih murah daripada Nikon.
  7. Inovasi dan variasi Canon relatif lebih banyak dibanding Nikon.
  8. Ciri khas lensa laras panjang Canon adalah warnanya yang putih.
  9. Body Canon untuk segmen professional (1D, 5D, 6D) tidak dibekali dengan built in flash.