Senin, 01 Juni 2015

Teknik Fotografi Indoor

Teknik fotografi dapat dibagi menjadi dua kategori secara umum, yakni teknik fotografi indoor dan fotografi outdoor atau teknik fotografi di dalam ruangan dan di luar ruangan.

Masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri dan memerlukan pemahaman teknik tersendiri yang penting untuk diketahui serta dipelajari agar bisa menghasilkan jepretan terbaik di segala kondisi. Berikut ini adalah penjelasan serta tips untuk pengaturan dalam fotografi indoor.


Fotografi Indoor

Menjepret dalam ruangan memerlukan teknik khusus agar gambar yang dihasilkan sempurna. Banyak yang mengaku bahwa fotografi indoor lebih sulit ketimbang outdoor.

Kesulitan dari fotografi indoor terletak pada minimnya cahaya yang tersedia dalam ruangan. Padahal, cahaya merupakan hal utama yang membentuk gambar dalam fotografi. Terkadang, ruangan yang hanya terang saja tidak cukup untuk menghasilkan foto indoor yang cantik.

Jika Anda memotret dalam ruangan pada mode auto, kamera akan menyesuaikan diri dengan membuka diafragma lebih lebar agar cahaya yang masuk lebih banyak. ISO yang digunakan pun secara otomatis akan semakin besar sejalan dengan semakin minimnya cahaya. Namun, ISO yang besar justru akan memberikan efek noise yang terlalu banyak pada gambar. Gambar Andapun menjadi berkurang keindahannya.

Sedangkan pada mode manual, Anda perlu menyetel kamera Anda dengan tepat. Sehingga hasil jepretan akan sesuai dengan keinginan Anda. ISO harus Anda atur lebih rendah sehingga gambar lebih jernih. Sebagai gambaran, berikut adalah contoh gambar objek yang sama pada waktu dan tempat yang sama, namun dengan ISO yang berbeda.


Sumber : digital photograpgy techniques


Gambar sebelah kiri, Anda bisa melihat ada banyak noise. Hal ini disebabkan karena ISO yang digunakan tinggi, yakni hingga 1600. Sedangkan pada sisi yang kanan, noise yang tampak sangat sedikit sehingga gambar terlihat lebih segar. Sedikitnya noise pada gambar ini karena ISO yang digunakan diatur lebih rendah dari 1600.

Selain itu, gambar yang diambil dalam ruangan cenderung menghasilkan warna kekuningan di bandingkan gambar yang diambil di luar ruangan. Gambar yang diambil di luar ruangan atau dengan cahaya matahari lebih banyak akan menghasilkan efek yang lebih natural. Misalnya saja dapat dilihat dari perbandingan gambar berikut :


Sumber : digital photograpgy techniques 


Pengaturan Kamera untuk Fotografi Indoor

Anda mungkin bisa menggunakan sembarang lensa untuk fotografi indoor, namun ada beberapa lensa yang dapat memberikan hasil jepretan lebih baik dalam suasana indoor. Misalnya seperti lensa 28-75mm f2.8. Lensa ini memberikan kualitas yang lebih baik layaknya professional untuk pilihan fotografi indoor karena memiliki kecepatan yang ekstra.

Selain itu, lensa 80-200 f2.8 juga dapat Anda pilih karena kecepatannya yang juga ekstra. Memiliki lensa jenis ini tentu akan sangat menguntungkan. Karena selain hebat untuk fotografi indoor, lensa ini pun cocok untuk outdoor.

Lantas bagaimana menghasilkan gambar indoor dengan efek yang natural? Tentu saja Anda perlu mengatur kamera Anda secara manual. Pengaturan manual memungkinkan Anda memegang kendali penuh terhadap setting kamera digital yang Anda pegang.

Menjepret dalam ruangan atau indoor mengharuskan Anda memiliki kamera dengan kemampuan kecepatan menjepret yang baik. Tingkat kejernihan kamera juga menjadi hal penting. setidaknya, kamera Anda harus memiliki stabilizer yang dapat diaktifkan.

Simak juga: Cara Sederhana Menghasilkan Foto Indoor Terbaik

Berikut beberapa panduan menyetel kamera untuk mengambil gambar indoor :

1. Pengaturan aperture maksimal

Atur aperture pada titik maksimal. Sebagai contoh, Anda dapat mengaturnya pada titik f/4.0 atau pun f/ 2.8. Aperture maksimal membantu Anda menangkap objek dengan lebih jelas dan jernih.

2. Pengaturan shutter speed pada 1/60

Salah satu trik utama dalam fotografi bercahaya rendah adalah pengaturan shutter speed. Shutter speed sebaiknya diatur pada titik 1/60 atau lebih. Namun, kecepatan 1/60 adalah yang ideal.

Memotret pada kecepatan di bawah 1/60 dengan menggunakan tangan saja tentu akan sangat sulit. Anda akan memerlukan bantuan tripod untuk menghasilkan gambar lebih jernih. Selain itu, hal yang perlu Anda perhatikan adalah untuk tidak mengatur shutter speed di bawah ukuran focal length dari lensa yang digunakan. Misalnya, jika Anda memotret dengan lensa prime 50 mm, maka jangan pernah memotrat tanpa bantuan tripod pada shutter speed di bawah 1/50.

3. Atur ISO pada skala kecil.

Pengaturan ISO tinggi pada kamera SLR memang tetap lebih jernih dibanding kamera non-SLR. Sehingga Anda dapat lebih leluasa meningkatkan ISO hingga ke angka tinggi. Namun, tetap mulailah dari ISO rendah untuk hasil lebih jernih. Mulai dari ISO 200 misalnya. 

Jika hasilnya masih kurang terang atau underexposure, Anda dapat menaikkannya hingga ISO 400, atau hingga Anda dapat memperoleh hasil jepretan seperti yang diinginkan. Jangan selalu mengandalkan ISO besar pada kondisi minim cahaya seperti di dalam ruangan.

4. White balance

Atur ulang white balance hingga kamera Anda dapat menangkap cahaya dengan padanan warna yang sesuai dan natural. Jangan mengandalkan white balance secara otomatis saja. Efek yang ditimbulkan dari setting otomatis terkadang tidak sesuai yang diharapkan.

Umumnya, setting auto white balance memberikan kesan yang redup dengan kontras warna yang dihasilkan tidak cukup tajam. Karenanya, menyeting white balance secara manual menjadi pilhan yang lebih baik. 

Perhatikan bagaimana kondisi ruangan, apakah luas atau sempit, bagaimana dengan cahaya dan dindingnya. Pastikan Anda dapat memperoleh hasil jepretan dengan komposisi warna yang alami, tidak terlalu terang, atau pun terlalu gelap.

Berikut Anda dapat melihat perbandingan dari gambar yang diambil dalam ruangan, dengan white balance otomatis dan manual.

Sumber : chocolatemoosey.com 



Sumber : chocolatemoosey.com
Apakah Anda melihat perbedaan dari kedua gambar? Tepat sekali, gambar sebelah kiri diambil menggunakan setingan auto white balance, sedangkan gambar sebelah kanan diambil dengan seting white balance secara manual. 

Jika diamati, gambar sebelah kanan memiliki kontras warna yang lebih terang dan tajam dibanding gambar sebelah kiri. Warna yang lebih tajam akan tampak lebih menarik. Bukan begitu?

Dengan pengaturan yang tepat, hasil jepretan Anda akan memiliki pencahayaan yang bagus. Objek dan cahaya ruangan yang tertangkap akan lebih natural dan merata. 

Dibandingkan dengan foto tradisional yang hanya mengandalkan flash saja di dalam ruangan, hasilnya akan tidak natural. Satu titik objek mugkin akan muncul dengan cahaya yang over, sementara background dan objek lain gelap.