Minggu, 15 Oktober 2017

Ada yang Ngajak Berantem? Gunakan Seni Aikido, Menang Tanpa Harus Bertarung


Jika ada yang mengajakmu untuk berantem, apa yang akan kamu lakukan? Melawan balik untuk bertarung alias meladeninya? Atau memilih untuk mundur? Atau malah kebingungan sendiri? Hmm, tak usah bingung deh ya.

Jika ada yang ngajak berantem, kamu tak harus melawannya loh. Tapi, bukan berarti kamu akan kalah karena kamu tak melawannya. Loh, kog bisa? Ya, kamu bisa belajar seni aikido. Ini adalah seni aikido psikologis. Seni ini mengajarkanmu untuk bisa menang tanpa harus melawan. Hebat bukan? Lalu, bagaimana caranya? Simak yuk beberapa tipsnya berikut ini.


  • Psikologi aikido menggunakan prinsip keseimbangan. Dalam prinsip ini, kamu perlu untuk menyeimbangkan dirimu sebelum melakukan penyerangan. Caranya? Mengalahlah. Lhoh, kog malah mengalah? Ya, seperti kata bijak dari Budha, menyerah untuk memperlemah pertahanan lawan.
  • Jangan melawan. Ketahuilah, sebetulnya sangat tidak menguntungkan bagimu untuk melawan atau menyerang balik. Alasannya, ada terlalu banyak kekuatan yang mungkin lebih darimu, dan bisa menghasilkan sesuatu yang buruk untukmu.
  • Belajarlah untuk dipimpin oleh orang lain. Biarkan orang lain memimpinmu. Biarkan mereka merasakan bahwa kamu ada di bawah komandonya. Tapi, di sinilah kamu harus tetap membiarkan dirimu berada di bawah kendalimu. Meski tidak berontak, tapi kamu harus berusaha menguasai dirimu sendiri.
  • Ketahuilah, siapa yang berteriak, berarti dia sedang dalam ketidaksadaran. Ia sungguh sedang tidak sadar secara penuh. Jadi, jangan coba untuk berbicara pada orang yang telah tidak sadar atau kesadarannya sedang pingsan. Ini sama halnya dengan berbicara pada orang yang sedang tidur. Ya! Pernahkah kamu mendengarkan seseorang meneriaki orang lain dengan mood yang sedang bagus?
  • Jangan balik marah dan berteriak. Berbalik marah dan berteriak adalah sama saja bahwa kamu akan jadi kesulitan untuk menang. Orang –orang yang berteriak –teriak benar –benar sedang tenggelam, tapi dalam emosinya sendiri. Jadi, biarkan saja apa yang ia lakukan.
  • Apa yang kemudian kita lakukan ketika kita merasa buruk? Apakah menangis, berteriak, atau merenung? Itu sebabnya, ketika seseorang berteriak pada kita, pahamilah bahwa sebetulnya ia benar –benar sedang merasa buruk.
  • Tahukah kamu bagaimana untuk menghentikan orang –orang yang berteriak –teriak? Tetaplah diam dan biarkan kemarahan mereka mereda dengan sendirinya. Jangan dengarkan kata –kata mereka, sebab ini hanyalah cara untuk membuat rasa sakit dan tangisan mereka bisa berhenti sendiri. Dan bagaimana pula untuk menampilkan ekspresi yang datar? Dengan memuji dirimu sendiri secara mental.
  • Keheningan yang sederhana dapat memiliki efek yang sama dengan air dingin. Yakni ketika lawanmu berteriak, maka tataplah mereka dan dengarkan. Biarkan mereka meredakan amarahnya sendiri.
  • Mengalah dan tetap diam, bahkan ketika kamu sangat ingin membuktikan bahwa poin yang akan kamu sampaikan begitu berharga. Jika salah satu pihak yang berkonflik bertindak dengan bijak, maka setiap orang di sana akan merasa ikut tenang. Itu sebabnya, akan lebih baik bagimu untuk bisa mengembangkan aikido psikologis. Cara ini sekaligus akan menjamin kesehatanmu, sekaligus kemampuanmu untuk bertindak selalu tenang.